Senin, 18 September 2017

NIKMATI RASA

Bagiku, tak ada yang lebih nikmat dari tegukan kopi saat santai di sela hari.
Selain menikmati pahitnya kopi dan manisnya senyummu,
aku tak tahu lagi bagaimana cara lewati senja setelah hujan reda.
Aku suka caramu tersenyum,
buat pahit kopiku tak berdaya.

Kemarilah dekat di sampingku,
temaniku menulis cerita di atas kertas putaran waktu. 
Tentang aku dan kamu.
Betahlah di sisiku, agar dapat kita maknai hidup bersama melalui rasa.

                         Jakarta, 30 Januari 2017

Rabu, 13 September 2017

SAJAK KOPI

Hari menjelang senja, perlahan semuanya berlalu. Kukira sudah tidak ada lagi residu prihal kamu, ternyata sebagian masih tertuang dalam sajak kopiku dan kamu masih saja menjadi pemanis di dalamnya.
                               
                              Jakarta, 16 September 2017

Jumat, 08 September 2017

KOPI SENJA

Hari menjelang senja.
Masih terasa hangat kopi di meja,
habiskan telan sisa pahitnya.
Bergegas  menghadap Sang Pencipta,
sekadar bercerita pada Sang Pembuat tangis dan tawa.
                            
                            Jakarta, 31 Agustus 2017

#Romantisdengan-Nya
#Qs.43:53
                 

Senin, 29 Mei 2017

INI SOAL RASA

Tidak perlu dihawatirkan. Ini hanya perbedaan sudut pandang, bukan soal benar dan salah. Banyak orang menggunakan logika agar dapat melakukan hal yang seharusnya. Tapi ini berbeda sayang, ada baiknya kita jalani saja tanpa perlu salahkan mereka yang tidak mengerti jika kita sedang jatuh cinta.
Jadi ini soal cinta, kita tahu apa yang kita rasa. Menyayangimu pun tidak harus pakai logika, karena cinta hanya butuh hati yang bekerja.
Suruh saja mereka tanyakan pada pecinta kopi yang rela menunggu ampas mengendap
hanya untuk menikmati rasa pahit.

Jakarta, 29 Mei 2017

RATAP RUSUK RUSAK

Kulihat  banyak rusuk yang retak,
mereka meratap
merangkak dalam gelap
mencari tubuh tuk menetap.
Adakah tempat yang layak
bagi rusuk yang rusak?.

Jakarta, 29 Mei 2017

Minggu, 28 Mei 2017

DOA PNEDOSA

Walau telah berubah
tetap saja masih ada yang salah.
Karena benar membutuhkan salah.
Sayangku,
dalam sunyi pendosa berdoa,
tentang gelap di balik topeng tawa.
Bisik hati lupa diri.
Sayangku,
kita berjalan dalam gelap penuh harap.
Sebab hanya kepada-Nya
semua pendosa kembali.
                                        Jakarta, Maret 2017

MEMANG

kita ini memang egois,
selalu ingin dimengerti
sampai lupa untuk mengerti.
seringkali kita sibuk ingin diperhatikan,
sampai lupa untuk memerhatikan.
                           Jakarta, 15 Mei 2017

TIDAK SEPERTI BIASANYA

Ini tak seperti biasanya,
tak ada lagi kopi pahit malam ini.
Cairan putih kental berubah cokelat.
Aku butuh sesuatu yang menenangkan.

Sayang, aku pun ingin dapat hidup lebih lama bersamamu. Kautahu sayang, Aku mulai benci asap candu ini.

                                           Jakarta, 5 Maret 2017

Rabu, 01 Maret 2017

SATIRE PRIBUMI

Untukmu Wajah Pribumi,
Apa kaulupa nasehat orang-orang suci?
Tak ada yang salah dengan syairmu,
selama kaumengatakan hal yang benar.
Untukmu Wajah Pribumi,
jangan ingkari hati nurani!
Untukmu Wajah Pribumi,
Entah di mana  dirimu berdiri
Celotehmu bertebaran di sana-sini
Hatimu tak sakit kah Tuan?
Ini bukan politik tapi soal keyakinan yang terusik.
Untukmu Wajah Pribumi,
Jangan hina mereka yang berdiri atas dasar nurani.
Mereka menjerit bukan bayaran tapi soal menuntut keadilan.
Bukankah kita beragama, di hati ini ada Tuhan dan cinta.
Pahamilah Tuan!
Mereka pun tak suka perpecahan.
                          Jakarta, 2 Desember 2016