Untukmu Wajah Pribumi,
Apa kaulupa nasehat orang-orang suci?
Tak ada yang salah dengan syairmu,
selama kaumengatakan hal yang benar.
Untukmu Wajah Pribumi,
jangan ingkari hati nurani!
Apa kaulupa nasehat orang-orang suci?
Tak ada yang salah dengan syairmu,
selama kaumengatakan hal yang benar.
Untukmu Wajah Pribumi,
jangan ingkari hati nurani!
Untukmu Wajah Pribumi,
Entah di mana dirimu berdiri
Celotehmu bertebaran di sana-sini
Hatimu tak sakit kah Tuan?
Ini bukan politik tapi soal keyakinan yang terusik.
Entah di mana dirimu berdiri
Celotehmu bertebaran di sana-sini
Hatimu tak sakit kah Tuan?
Ini bukan politik tapi soal keyakinan yang terusik.
Untukmu Wajah Pribumi,
Jangan hina mereka yang berdiri atas dasar nurani.
Mereka menjerit bukan bayaran tapi soal menuntut keadilan.
Bukankah kita beragama, di hati ini ada Tuhan dan cinta.
Pahamilah Tuan!
Mereka pun tak suka perpecahan.
Jangan hina mereka yang berdiri atas dasar nurani.
Mereka menjerit bukan bayaran tapi soal menuntut keadilan.
Bukankah kita beragama, di hati ini ada Tuhan dan cinta.
Pahamilah Tuan!
Mereka pun tak suka perpecahan.
Jakarta, 2 Desember 2016