Bagiku, tak ada yang lebih nikmat dari tegukan kopi saat
santai di sela hari.
Selain menikmati pahitnya kopi dan manisnya senyummu,
aku tak tahu lagi bagaimana cara lewati senja setelah hujan
reda.
Aku suka caramu tersenyum,
buat pahit kopiku tak berdaya.
Kemarilah dekat di sampingku,
temaniku menulis cerita di atas kertas putaran waktu.
Tentang aku dan kamu.
Betahlah di sisiku, agar dapat kita maknai hidup bersama melalui rasa.
Jakarta, 30 Januari 2017

Tidak ada komentar:
Posting Komentar